السلام
عليكم و رحمة الله و بركاتة
الحمد
لله الّذي ارسل رسوله بشيرا و نذيرا, و داعيا الى الله باذنه و سراجا منيرا, صلّى
الله عليه و على آله و اصحابه و من بلغ رسالته و سلّم تسليما كثيرا, امّا بعد
Yth. Kepada ibu Dra Hj Sri Hidayati,M.Pd. selaku
kepala sekolah MA PPKP Darul Ma’la
Yang saya hormati bapak Samsurrahman, S.Pdi. selaku
guru mapel khitobah
Tak lupa teman-teman yang saya sayangi dan saya
banggakan
Pertama-tama
marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT., yang telah melimpahkan
rahmat, taufiq, hidayah, dan inayahnya kepada kita sekalian, sehingga kita
semua masih dapat berkumpul pada pagi hari ini dengan keadaan sehat wal’afiyat.
Kedua
kalinya sholawat serta salam marilah kita haturkan kepada junjungan kita
Nabiyullah Muhammad SAW yang telah mengantarkan kita dari zaman kebodohan
menuju zaman yang terang benderang seperti sekarang ini. Dan yang akan kit
nantika syafa’atnya di yaumul qiyamah nanti.
Tak lupa
saya ucapkan terima kasih kepada pembawa acara yang telah memberikan waktu dan
kesempatan kepada saya sehingga saya dapat mengutarakan sedikit kata dan dapat
berbagi sedikit ilmu kepada teman-teman sekalian.
Kemudian berdirinya saya dihdapan
teman-teman tak lain yaitu saya ingin menyampaikan suatu hal dimana ketika
seseorang berada didalam keadaan yang sangat terpuruk karen ia merasa bahwa
dirinya berbeda dengan yang lain karena kekurangan yang dimilikinya. Akan
tetapi putus asa bukanlah solusi yang tepat baginya, maka ia harus berfikir
bahwa dia harus meraih segala kesuksesan dimasa depan. Dengan seperti itu ia
memiliki rasa bersyukur kepada Allah SWT., atas segala nikmat yang telah
diberikan oleh Allah SWT., maka dari itu dapat kita simpulkan bahwa tema yang akan
kita bahas pada kesempatan pagi hari ini yaitu كفاح
الحياة.
Apa sich itu كفاح الحياة ? di dalam
bahasa indonesia dapat kita artikan dengan Perjungan Hidup.
Hadirin
yang dirahmati oleh Allah SWT.,
عن
عبد الله بن مسعود ر ض عنه قال اي عمل احب الى الله ؟ قال : الصّلاة على وقتها.
قلت ثم اي ؟ قال : برّ الوالدين. قلت ثم اي ؟ قال: الجهاد فى سبيل الله . ( متفق
عليه )
( Dari Abdullah bin Mas’ud ra ia bertanya : “apa amal yang
paling dicintai oleh Allah SWT ?” Nabi menjawab : sholat pada waktunya. Lalu aku
( Ibnu Mas’ud bertanya : “Kemudian amal apa lagi?” Beliau menjawab : berbakti
kepada ibu dan bapak. Kemudian aku bertanya lagi : “ Selanjutnya apa lagi?” Beliau menjawab : Jihad di jalan
Allah SWT ).
Maka
dari hadist ini dapat kita simpulkan bahwa kita sebagai seorang islam, harus
mengerjakan 3 perbuatan yang di cintai oleh Allah SWT., sebagaimana berikut
ini:
1. Sholat
pada waktunya
2. Berbakti
kepada kedua orang tua
3. Berjuang
di Allah SWT
Teman-teman
yang berbahagia
Kita sebagai ciptaan Allah., harus
mengabdikan diri kepda-Nya. Yaitu dengan menjalankan sholat pada waktunya dan
mengerjakan segala kewajiban yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Sungguh islam
telah melarang umatnya untuk bermals-malasan, tidak bekerja, dan hanya
menantikan keajaiban yang datang dari langit. Sungguh hal tersebut sangat
musthil bukan? Karena tidak ada sebuah kesuksesan tanpa adanya perjuangan. Akan
tetapi islam memerintahkan kepada setiap umatnya untuk terus berusaha dalam
meraih sebuah impian atau kesuksesan baik dunia maupun akhirat semt-mata hanya
untuk mencari ridha Allah SWT., selain itu Allah juga memerintahkan kepada
setiap hambanya yang beriman untuk selalu taat dan hormat kepada kedua orang
tua. Rasulullah SAW bersabda:
رضى
الله فى رضى الوالدين و سخط الله فى سخط الوالدين
The satisfction
of Allah is in parent satisfaction, and Allah’s angry is in parent angry.
Keridhaan Allah
tergantung keridhaan kedua orang tua, dan kemurkaan Allah tergantung kemurkaan
kedua orang tua.
Menurut hadist ini, kita wajib taat
kepada kedua orang tua kita, apabila menyuruh untuk melakukan sesuatu, maka
lakukanlah asalkan itu tidak pda kemaksiatan. Karena merekalah yang telah
mendidik kita mulai dari kita kecil sampai kita besar.
Hadirin yang
dirahmati oleh Allah SWT.,
Ibu yang telah mengandung kiat
selama 9 bulan 10 hri bukan? Dan ayahlah yang telah menafkahi kita untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari kita. Kita dapt sampai dan duduk di bangku
sekolah ini kemudian mengimbau ilmu disini tak lain atas izin Allah SWT.,
melalui jerih payah ayah kita. Oleh karena itu kita harus taat dan berbakti
kepada keduanya.
Gimana untuk
menghilangkan kejenuhan sebentar kita bersenandung untuk ibunda kita tercinta? Setuju?
Kalau teman-teman setuju maka teman-teman harus mengikuti setelah saya, oke.
امّى... امّى... امّى... امّى...
امّى
يالحنا اعسقه
ونشيد
دوما انشده
فى
كل مكن اذكره
و
اظلّ اظلّ اردّده
Surga
ditelapak kaki ibu
Jangan kita
menyakiti hatinya
Karena kemurkaan
Allah
Tergantung
kemurkaan ibu tercinta
امّى... امّى... امّى... امّى...
امّى
يالحنا اعسقه
ونشيد
دوما انشده
فى
كل مكن اذكره
و
اظلّ اظلّ اردّده
Nah
dari senandung tadi dapat kita ambil maknanya bahwasanya kita harus menjaga
hati ibu kita karena surga ada ditelapak kaki ibu dan segala yang diucapkan ibu
kita akan langsung didengarkan oleh Allah SWT., oleh karena itu jangan sampai
kit membuatnya mengatakan sesuatu yang jelek terhadap diri kita.
Dan
akhirnya kita sebagai seorang islam harus selalu berjuang didalam hidup kita,
karena seorang yang hidupnya tidak disertai dengan adanya perjuangan maka ia
bgaikan orang yang mati. Karena hidupnya tidak ada manfaatnya sama sekali, dan
putus asa hanya membawa sebuah kehancuran. Maka kita harus selalu berjuang demi
diri kita, kedua orang tua kita, madrasah kita, agama, bangsa, dan negara kita
tak lain hanya mengharapka ridha dari Allah SWT.
Cukup
sekian pidato dari saya kurang lebihnya saya mohon maaf, wabillahi taufiq wal
hidayah wa ridha wal inayah.
و
السلام عليكم و رحمة الله و بركاتة
Dwi Nur Kholifah