Rabu, 31 Agustus 2016



السلام عليكم و رحمة الله و بركاتة
الحمد لله الّذي ارسل رسوله بشيرا و نذيرا, و داعيا الى الله باذنه و سراجا منيرا, صلّى الله عليه و على آله و اصحابه و من بلغ رسالته و سلّم تسليما كثيرا, امّا بعد
Yth. Kepada ibu Dra Hj Sri Hidayati,M.Pd. selaku kepala sekolah MA PPKP Darul Ma’la
Yang saya hormati bapak Samsurrahman, S.Pdi. selaku guru mapel khitobah
Tak lupa teman-teman yang saya sayangi dan saya banggakan
            Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT., yang telah melimpahkan rahmat, taufiq, hidayah, dan inayahnya kepada kita sekalian, sehingga kita semua masih dapat berkumpul pada pagi hari ini dengan keadaan sehat wal’afiyat.
            Kedua kalinya sholawat serta salam marilah kita haturkan kepada junjungan kita Nabiyullah Muhammad SAW yang telah mengantarkan kita dari zaman kebodohan menuju zaman yang terang benderang seperti sekarang ini. Dan yang akan kit nantika syafa’atnya di yaumul qiyamah nanti.
            Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada pembawa acara yang telah memberikan waktu dan kesempatan kepada saya sehingga saya dapat mengutarakan sedikit kata dan dapat berbagi sedikit ilmu kepada teman-teman sekalian.
            Kemudian berdirinya saya dihdapan teman-teman tak lain yaitu saya ingin menyampaikan suatu hal dimana ketika seseorang berada didalam keadaan yang sangat terpuruk karen ia merasa bahwa dirinya berbeda dengan yang lain karena kekurangan yang dimilikinya. Akan tetapi putus asa bukanlah solusi yang tepat baginya, maka ia harus berfikir bahwa dia harus meraih segala kesuksesan dimasa depan. Dengan seperti itu ia memiliki rasa bersyukur kepada Allah SWT., atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT., maka dari itu dapat kita simpulkan bahwa tema yang akan kita bahas pada kesempatan pagi hari ini yaitu كفاح الحياة.
            Apa sich itu كفاح الحياة ? di dalam bahasa indonesia dapat kita artikan dengan Perjungan Hidup.
Hadirin yang dirahmati oleh Allah SWT.,
عن عبد الله بن مسعود ر ض عنه قال اي عمل احب الى الله ؟ قال : الصّلاة على وقتها. قلت ثم اي ؟ قال : برّ الوالدين. قلت ثم اي ؟ قال: الجهاد فى سبيل الله . ( متفق عليه )
( Dari Abdullah bin Mas’ud ra ia bertanya : “apa amal yang paling dicintai oleh Allah SWT ?” Nabi menjawab : sholat pada waktunya. Lalu aku ( Ibnu Mas’ud bertanya : “Kemudian amal apa lagi?” Beliau menjawab : berbakti kepada ibu dan bapak. Kemudian aku bertanya lagi : “ Selanjutnya apa lagi?”            Beliau menjawab : Jihad di jalan Allah SWT ).
Maka dari hadist ini dapat kita simpulkan bahwa kita sebagai seorang islam, harus mengerjakan 3 perbuatan yang di cintai oleh Allah SWT., sebagaimana berikut ini:
1.  Sholat pada waktunya
2.  Berbakti kepada kedua orang tua
3.  Berjuang di Allah SWT
Teman-teman yang berbahagia
            Kita sebagai ciptaan Allah., harus mengabdikan diri kepda-Nya. Yaitu dengan menjalankan sholat pada waktunya dan mengerjakan segala kewajiban yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Sungguh islam telah melarang umatnya untuk bermals-malasan, tidak bekerja, dan hanya menantikan keajaiban yang datang dari langit. Sungguh hal tersebut sangat musthil bukan? Karena tidak ada sebuah kesuksesan tanpa adanya perjuangan. Akan tetapi islam memerintahkan kepada setiap umatnya untuk terus berusaha dalam meraih sebuah impian atau kesuksesan baik dunia maupun akhirat semt-mata hanya untuk mencari ridha Allah SWT., selain itu Allah juga memerintahkan kepada setiap hambanya yang beriman untuk selalu taat dan hormat kepada kedua orang tua. Rasulullah SAW bersabda:
رضى الله فى رضى الوالدين و سخط الله فى سخط الوالدين
The satisfction of Allah is in parent satisfaction, and Allah’s angry is in parent angry.
Keridhaan Allah tergantung keridhaan kedua orang tua, dan kemurkaan Allah tergantung kemurkaan kedua orang tua.
            Menurut hadist ini, kita wajib taat kepada kedua orang tua kita, apabila menyuruh untuk melakukan sesuatu, maka lakukanlah asalkan itu tidak pda kemaksiatan. Karena merekalah yang telah mendidik kita mulai dari kita kecil sampai kita besar.
Hadirin yang dirahmati oleh Allah SWT.,
            Ibu yang telah mengandung kiat selama 9 bulan 10 hri bukan? Dan ayahlah yang telah menafkahi kita untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kita. Kita dapt sampai dan duduk di bangku sekolah ini kemudian mengimbau ilmu disini tak lain atas izin Allah SWT., melalui jerih payah ayah kita. Oleh karena itu kita harus taat dan berbakti kepada keduanya.
Gimana untuk menghilangkan kejenuhan sebentar kita bersenandung untuk ibunda kita tercinta? Setuju? Kalau teman-teman setuju maka teman-teman harus mengikuti setelah saya, oke.
                                                       امّى... امّى... امّى... امّى...
امّى يالحنا اعسقه
ونشيد دوما انشده
فى كل مكن اذكره
و اظلّ اظلّ اردّده
Surga ditelapak kaki ibu
Jangan kita menyakiti hatinya
Karena kemurkaan Allah
Tergantung kemurkaan ibu tercinta
                                                       امّى... امّى... امّى... امّى...
امّى يالحنا اعسقه
ونشيد دوما انشده
فى كل مكن اذكره
و اظلّ اظلّ اردّده
Nah dari senandung tadi dapat kita ambil maknanya bahwasanya kita harus menjaga hati ibu kita karena surga ada ditelapak kaki ibu dan segala yang diucapkan ibu kita akan langsung didengarkan oleh Allah SWT., oleh karena itu jangan sampai kit membuatnya mengatakan sesuatu yang jelek terhadap diri kita.
Dan akhirnya kita sebagai seorang islam harus selalu berjuang didalam hidup kita, karena seorang yang hidupnya tidak disertai dengan adanya perjuangan maka ia bgaikan orang yang mati. Karena hidupnya tidak ada manfaatnya sama sekali, dan putus asa hanya membawa sebuah kehancuran. Maka kita harus selalu berjuang demi diri kita, kedua orang tua kita, madrasah kita, agama, bangsa, dan negara kita tak lain hanya mengharapka ridha dari Allah SWT.
Cukup sekian pidato dari saya kurang lebihnya saya mohon maaf, wabillahi taufiq wal hidayah wa ridha wal inayah.
و السلام عليكم و رحمة الله و بركاتة








Dwi Nur Kholifah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar