Pidato Keagamaan
Rabu, 07 September 2016
السلام عليكم و
رحمة الله و بركاتة
الحمد لله الّذي
ارسل رسوله بشيرا و نذيرا, و داعيا الى الله باذنه و سراجا منيرا, صلّى الله عليه
و على آله و اصحابه و من بلغ رسالته و سلّم تسليما كثيرا, امّا بعد
Yth. Kepada Dewan Juri
Yang saya hormati ...
Tak lupa teman-teman semua yang saya banggakan
Pertama-tama
marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT., yang telah melimpahkan
rahmat, taufiq, hidayah, dan inayah-Nya kepada kita sekalian, sehingga kita
semua masih dapat berkumpul dalam rangka ...... di ..... dengan keadaan yang
sehat wal’afiyat.
Kedua kalinya sholawat serta salam marilah kita haturkan kepada
junjungan kita Nabiyullah Nabi Agung Muhammad SAW yang telah mengantarkan kita dari zaman kebodohan menuju
zaman yang terang benderang seperti sekarang ini. Dan yang akan kita nanti-nantikan
syafa’atnya di yaumul qiyamah nanti.
Tak lupa saya
ucapkan terima kasih kepada pembawa acara yang telah memberikan waktu dan
kesempatan kepada saya sehingga saya dapat mengutarakan sedikit kata dan dapat
berbagi sedikit ilmu kepada teman-teman sekalian.
Kemudian disini saya akan
menyampaikan suatu hal, bahwasanya yang dinamakan real of beauty is from our
heart. Maka cantik rupa bukanlah cantik yang sesungguhnya, akan tetapi
kehalusan dari dalam hatilah yang dibutuhkan dalam sebuah beauty. Dan
kecantikan hati itu sendiri dapat mempengaruhi pribadi seseorang. Dan pribadi
yang baik dalam diri seseorang akan dapat bermanfaat bagi seseorang yang lain
dan akan dijadikan sebuah teladan. Nah dari semua uraian tadi, maka dapat kita ambil
kesimpulan bahwasanya pidato yang akan saya bahas bersama teman-teman pada
kesempatan kali ini yaitu tentang USWATUN HASANAH.
Apa sich itu uswatun hasanah?
Bagaimana sich yang dimaksud dengan a good example? So, who is a good example
in our live?
Hadirin yang
berbahagia
Uswatun hasanah terdiri dari dua rangkaian kalimat, uswah dan hasanah.
Uswah (أُسْوَةٌ) berarti قدوة ; ikutan, panutan. Hasanah bermakna “yang baik”. Uswatun
Hasanah adalah contoh suri tauladan yang baik bagi umat islam. Dan suri tauladan
yang baik bagi umat islam yaitu Rasulullah SAW. Sebagaimana firman Allah SWT.,
di dalam QS Al-Ahzab ayat 21, yang berbunyi:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ
يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswatun hasanah (suri
teladan yang baik) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan
(kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
Nah sekarang
kita telah mengetahui siapa suri tauladan bagi umat islam bukan? Lalu apa bukti
dari kepribadian yang baik yang dimiliki oleh Rasulullah SAW? Maka kali ini
saya akan memberitahu teman-teman 2 suri tauladah dari Rasulullah SAW, yaitu Sabar
dan Jiwa pemimpin yang baik.
Yang pertama
yaitu sabar. Ulama tafsir
mengaitkan turunnya ayat di atas secara khusus dengan peristiwa perang Khandaq
yang sangat memberatkan kaum muslimin saat itu. Nabi dan para Sahabat
benar-benar dalam keadaan susah dan lapar, sampai-sampai para Sahabat
mengganjal perut dengan batu demi menahan perihnya rasa lapar. Mereka pun
berkeluh kesah kepada Nabi. Adapun Nabi, benar-benar beliau adalah suri teladan
dalam hal kesabaran ketika itu. Nabi bahkan mengganjal perutnya dengan dua buah
batu, namun justru paling gigih dan sabar. Kesabaran Nabi dan perjuangan beliau
tanpa sedikitpun berkeluh kesah dalam kisah Khandaq, diabadikan oleh ayat di
atas sebagai bentuk suri teladan yang sepatutnya diikuti oleh ummatnya. Kenapa
Rasulullah SAW harus bersabar? Karena seperti halnya lantunan nada ini:
Orang yang
sabar, Akan disayang
Oleh Allah, Allah
ta’ala
Seperti
halnya, Rasul kita
Gigih
berjuang , Dalam peperangan
(lagu
cindai)
Nah dari
sesingkat lantunan nada tersebut dapat kita simpukan bahwasanya Allah SWT
senantiasa bersama orang-orang yang sabar dan Allah SWT menyayangi orang-orang
yang sabar. Maka dari itu mulai sekarang kita sebagai manusia harus berusaha
sabar dalam hal apapun.
Teman-teman yang
dirahmati Allah SWT
Nah kemudian
yang kedua yaitu memiliki jiwa kepemimpinan yang baik. Salah satu hal yang perlu kita contoh dari diri Rasulullah SAW adalah
akhlak beliau dalam menjalankan kepemimpinannya. Gambaran tentang bagaimana
Rasulullah Muhammad saw menjalankan tugas kepemimpinannya tersebut dijelaskan
dalam Al-Qur’an surat Ali Imron ayat 159, yang artinya:
So by mercy
from Allah , [O Muhammad], you were lenient with them. And if you had been rude
[in speech] and harsh in heart, they would have disbanded from about you. So
pardon them and ask forgiveness for them and consult them in the matter. And
when you have decided, then rely upon Allah . Indeed, Allah loves those who
rely [upon Him].
“Maka disebabkan rahmat Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap
mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka
menjauhkan diri dari sekelilingnya. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah
ampunan bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu”.
Dari ayat tersebut, ada beberapa pelajaran yang dapat kita petik berkaitan
dengan masalah kepemimpinan, atau akhlak yang harus dimiliki oleh seorang
pemimpin, yaitu:
v Siap untuk kecewa melihat kinerja para bawahan yang mempunyai kinerja yang
tidak baik
v Siap untuk memaafkan bawahan yang mempunyai kinerja yang tidak baik
tersebut
v menjauhkan diri dari lisan yang kasar, maksudnya yitu sering menyakiti
orang lain
v Menjauhakan diri sifat ghalizhal qalb, yaitu hatinya keras, tidak mudah
tersentuh dengan penderitaan orang lain
v Memaafkan dan memohon ampunkan mereka yang telah berbuat kesalahan atau
kekeliruan
Jika beberapa akhlak tersebut dapat dimiliki oleh beberapa pemimpin, maka
kesuksesan pemimpin dalam melaksanakan tugasnya akan berwujud kesuksesan yang
paripurna(sempurna) dan akan mendapatkan dukungan dari pihak manapun.
Nah benar kan? bahwasanya Rasul kita, Nabiyullah Nabi Agung Muhammad SAW
merupakan suri tauladan yang baik bagi kita umat islam. Tidak hanya dijelaskan
didalam ayat-ayat suci Al-Qur’an akan tetapi banyak manusia yang menciptakan
lagu atau sholawat untuk mengagung-agungkan nama Rasul kita, seperti halnya
hadad alwi yang menciptakan lagu Muhmmad Nabiku, dimana liriknya sebagai
berikut ini
Muhammad
Muhammad Muhammad Muhammad
Muhammad
Nabiku Muhammad pemimpinku
Muhammad
Muhammad Muhammad Muhammad
Muhammad
Nabiku Muhammad pemimpinku
Kau
manusia pilihan
Kaulah
kekasih Tuhan
Kau
penyayang kau pembawa
Rahmat
bagi semua
Engkau
cintai kami
Dengan
sepenuh hati
Kau
teladan hidup ini
Kau
kebanggaan kami
Muhammad
Muhammad Muhammad Muhammad
Muhammad
Nabiku Muhammad Pemimpinku
Teman-teman yang berbahagia
Semoga dari semua penjaelasan ini, kita dapat mencontoh sikap dan sifat
Rasulullah SAW sebagai seorang manusia yang baik, baik dimata Allah khususnya. Maka
dari itu marilah mulai sekarang kita berusaha untuk menjadikan diri kita
seseorang yang sabar dan berusaha untuk menjadi seorang pemimpin yang layak. Serta
marilah kita sucikan hati kita agar dapat mendapatkan sebuah kecantikan yang
sesungguhnya. Supaya kita dapat menjadi uswatun hasanah. Aamiin ya rabbal a’lamin.
Cukup sekian pidato dari saya kurang lebihnya saya mohon maaf yang
sebesar-besarnya. wabillahi taufiq wal hidayah wa ridha wal
inayah.
و السلام عليكم
و رحمة الله و بركاتة
Dwi Nur Khholifah
Rabu, 31 Agustus 2016
السلام
عليكم و رحمة الله و بركاتة
الحمد
لله الّذي ارسل رسوله بشيرا و نذيرا, و داعيا الى الله باذنه و سراجا منيرا, صلّى
الله عليه و على آله و اصحابه و من بلغ رسالته و سلّم تسليما كثيرا, امّا بعد
Yth. Kepada ibu Dra Hj Sri Hidayati,M.Pd. selaku
kepala sekolah MA PPKP Darul Ma’la
Yang saya hormati bapak Samsurrahman, S.Pdi. selaku
guru mapel khitobah
Tak lupa teman-teman yang saya sayangi dan saya
banggakan
Pertama-tama
marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT., yang telah melimpahkan
rahmat, taufiq, hidayah, dan inayahnya kepada kita sekalian, sehingga kita
semua masih dapat berkumpul pada pagi hari ini dengan keadaan sehat wal’afiyat.
Kedua
kalinya sholawat serta salam marilah kita haturkan kepada junjungan kita
Nabiyullah Muhammad SAW yang telah mengantarkan kita dari zaman kebodohan
menuju zaman yang terang benderang seperti sekarang ini. Dan yang akan kit
nantika syafa’atnya di yaumul qiyamah nanti.
Tak lupa
saya ucapkan terima kasih kepada pembawa acara yang telah memberikan waktu dan
kesempatan kepada saya sehingga saya dapat mengutarakan sedikit kata dan dapat
berbagi sedikit ilmu kepada teman-teman sekalian.
Kemudian berdirinya saya dihdapan
teman-teman tak lain yaitu saya ingin menyampaikan suatu hal dimana ketika
seseorang berada didalam keadaan yang sangat terpuruk karen ia merasa bahwa
dirinya berbeda dengan yang lain karena kekurangan yang dimilikinya. Akan
tetapi putus asa bukanlah solusi yang tepat baginya, maka ia harus berfikir
bahwa dia harus meraih segala kesuksesan dimasa depan. Dengan seperti itu ia
memiliki rasa bersyukur kepada Allah SWT., atas segala nikmat yang telah
diberikan oleh Allah SWT., maka dari itu dapat kita simpulkan bahwa tema yang akan
kita bahas pada kesempatan pagi hari ini yaitu كفاح
الحياة.
Apa sich itu كفاح الحياة ? di dalam
bahasa indonesia dapat kita artikan dengan Perjungan Hidup.
Hadirin
yang dirahmati oleh Allah SWT.,
عن
عبد الله بن مسعود ر ض عنه قال اي عمل احب الى الله ؟ قال : الصّلاة على وقتها.
قلت ثم اي ؟ قال : برّ الوالدين. قلت ثم اي ؟ قال: الجهاد فى سبيل الله . ( متفق
عليه )
( Dari Abdullah bin Mas’ud ra ia bertanya : “apa amal yang
paling dicintai oleh Allah SWT ?” Nabi menjawab : sholat pada waktunya. Lalu aku
( Ibnu Mas’ud bertanya : “Kemudian amal apa lagi?” Beliau menjawab : berbakti
kepada ibu dan bapak. Kemudian aku bertanya lagi : “ Selanjutnya apa lagi?” Beliau menjawab : Jihad di jalan
Allah SWT ).
Maka
dari hadist ini dapat kita simpulkan bahwa kita sebagai seorang islam, harus
mengerjakan 3 perbuatan yang di cintai oleh Allah SWT., sebagaimana berikut
ini:
1. Sholat
pada waktunya
2. Berbakti
kepada kedua orang tua
3. Berjuang
di Allah SWT
Teman-teman
yang berbahagia
Kita sebagai ciptaan Allah., harus
mengabdikan diri kepda-Nya. Yaitu dengan menjalankan sholat pada waktunya dan
mengerjakan segala kewajiban yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Sungguh islam
telah melarang umatnya untuk bermals-malasan, tidak bekerja, dan hanya
menantikan keajaiban yang datang dari langit. Sungguh hal tersebut sangat
musthil bukan? Karena tidak ada sebuah kesuksesan tanpa adanya perjuangan. Akan
tetapi islam memerintahkan kepada setiap umatnya untuk terus berusaha dalam
meraih sebuah impian atau kesuksesan baik dunia maupun akhirat semt-mata hanya
untuk mencari ridha Allah SWT., selain itu Allah juga memerintahkan kepada
setiap hambanya yang beriman untuk selalu taat dan hormat kepada kedua orang
tua. Rasulullah SAW bersabda:
رضى
الله فى رضى الوالدين و سخط الله فى سخط الوالدين
The satisfction
of Allah is in parent satisfaction, and Allah’s angry is in parent angry.
Keridhaan Allah
tergantung keridhaan kedua orang tua, dan kemurkaan Allah tergantung kemurkaan
kedua orang tua.
Menurut hadist ini, kita wajib taat
kepada kedua orang tua kita, apabila menyuruh untuk melakukan sesuatu, maka
lakukanlah asalkan itu tidak pda kemaksiatan. Karena merekalah yang telah
mendidik kita mulai dari kita kecil sampai kita besar.
Hadirin yang
dirahmati oleh Allah SWT.,
Ibu yang telah mengandung kiat
selama 9 bulan 10 hri bukan? Dan ayahlah yang telah menafkahi kita untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari kita. Kita dapt sampai dan duduk di bangku
sekolah ini kemudian mengimbau ilmu disini tak lain atas izin Allah SWT.,
melalui jerih payah ayah kita. Oleh karena itu kita harus taat dan berbakti
kepada keduanya.
Gimana untuk
menghilangkan kejenuhan sebentar kita bersenandung untuk ibunda kita tercinta? Setuju?
Kalau teman-teman setuju maka teman-teman harus mengikuti setelah saya, oke.
امّى... امّى... امّى... امّى...
امّى
يالحنا اعسقه
ونشيد
دوما انشده
فى
كل مكن اذكره
و
اظلّ اظلّ اردّده
Surga
ditelapak kaki ibu
Jangan kita
menyakiti hatinya
Karena kemurkaan
Allah
Tergantung
kemurkaan ibu tercinta
امّى... امّى... امّى... امّى...
امّى
يالحنا اعسقه
ونشيد
دوما انشده
فى
كل مكن اذكره
و
اظلّ اظلّ اردّده
Nah
dari senandung tadi dapat kita ambil maknanya bahwasanya kita harus menjaga
hati ibu kita karena surga ada ditelapak kaki ibu dan segala yang diucapkan ibu
kita akan langsung didengarkan oleh Allah SWT., oleh karena itu jangan sampai
kit membuatnya mengatakan sesuatu yang jelek terhadap diri kita.
Dan
akhirnya kita sebagai seorang islam harus selalu berjuang didalam hidup kita,
karena seorang yang hidupnya tidak disertai dengan adanya perjuangan maka ia
bgaikan orang yang mati. Karena hidupnya tidak ada manfaatnya sama sekali, dan
putus asa hanya membawa sebuah kehancuran. Maka kita harus selalu berjuang demi
diri kita, kedua orang tua kita, madrasah kita, agama, bangsa, dan negara kita
tak lain hanya mengharapka ridha dari Allah SWT.
Cukup
sekian pidato dari saya kurang lebihnya saya mohon maaf, wabillahi taufiq wal
hidayah wa ridha wal inayah.
و
السلام عليكم و رحمة الله و بركاتة
Dwi Nur Kholifah
Langganan:
Postingan (Atom)