السلام عليكم و
رحمة الله و بركاتة
الحمد لله الّذي
ارسل رسوله بشيرا و نذيرا, و داعيا الى الله باذنه و سراجا منيرا, صلّى الله عليه
و على آله و اصحابه و من بلغ رسالته و سلّم تسليما كثيرا, امّا بعد
Yth. Kepada Dewan Juri
Yang saya hormati ...
Tak lupa teman-teman semua yang saya banggakan
Pertama-tama
marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT., yang telah melimpahkan
rahmat, taufiq, hidayah, dan inayah-Nya kepada kita sekalian, sehingga kita
semua masih dapat berkumpul dalam rangka ...... di ..... dengan keadaan yang
sehat wal’afiyat.
Kedua kalinya sholawat serta salam marilah kita haturkan kepada
junjungan kita Nabiyullah Nabi Agung Muhammad SAW yang telah mengantarkan kita dari zaman kebodohan menuju
zaman yang terang benderang seperti sekarang ini. Dan yang akan kita nanti-nantikan
syafa’atnya di yaumul qiyamah nanti.
Tak lupa saya
ucapkan terima kasih kepada pembawa acara yang telah memberikan waktu dan
kesempatan kepada saya sehingga saya dapat mengutarakan sedikit kata dan dapat
berbagi sedikit ilmu kepada teman-teman sekalian.
Kemudian disini saya akan
menyampaikan suatu hal, bahwasanya yang dinamakan real of beauty is from our
heart. Maka cantik rupa bukanlah cantik yang sesungguhnya, akan tetapi
kehalusan dari dalam hatilah yang dibutuhkan dalam sebuah beauty. Dan
kecantikan hati itu sendiri dapat mempengaruhi pribadi seseorang. Dan pribadi
yang baik dalam diri seseorang akan dapat bermanfaat bagi seseorang yang lain
dan akan dijadikan sebuah teladan. Nah dari semua uraian tadi, maka dapat kita ambil
kesimpulan bahwasanya pidato yang akan saya bahas bersama teman-teman pada
kesempatan kali ini yaitu tentang USWATUN HASANAH.
Apa sich itu uswatun hasanah?
Bagaimana sich yang dimaksud dengan a good example? So, who is a good example
in our live?
Hadirin yang
berbahagia
Uswatun hasanah terdiri dari dua rangkaian kalimat, uswah dan hasanah.
Uswah (أُسْوَةٌ) berarti قدوة ; ikutan, panutan. Hasanah bermakna “yang baik”. Uswatun
Hasanah adalah contoh suri tauladan yang baik bagi umat islam. Dan suri tauladan
yang baik bagi umat islam yaitu Rasulullah SAW. Sebagaimana firman Allah SWT.,
di dalam QS Al-Ahzab ayat 21, yang berbunyi:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ
يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswatun hasanah (suri
teladan yang baik) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan
(kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
Nah sekarang
kita telah mengetahui siapa suri tauladan bagi umat islam bukan? Lalu apa bukti
dari kepribadian yang baik yang dimiliki oleh Rasulullah SAW? Maka kali ini
saya akan memberitahu teman-teman 2 suri tauladah dari Rasulullah SAW, yaitu Sabar
dan Jiwa pemimpin yang baik.
Yang pertama
yaitu sabar. Ulama tafsir
mengaitkan turunnya ayat di atas secara khusus dengan peristiwa perang Khandaq
yang sangat memberatkan kaum muslimin saat itu. Nabi dan para Sahabat
benar-benar dalam keadaan susah dan lapar, sampai-sampai para Sahabat
mengganjal perut dengan batu demi menahan perihnya rasa lapar. Mereka pun
berkeluh kesah kepada Nabi. Adapun Nabi, benar-benar beliau adalah suri teladan
dalam hal kesabaran ketika itu. Nabi bahkan mengganjal perutnya dengan dua buah
batu, namun justru paling gigih dan sabar. Kesabaran Nabi dan perjuangan beliau
tanpa sedikitpun berkeluh kesah dalam kisah Khandaq, diabadikan oleh ayat di
atas sebagai bentuk suri teladan yang sepatutnya diikuti oleh ummatnya. Kenapa
Rasulullah SAW harus bersabar? Karena seperti halnya lantunan nada ini:
Orang yang
sabar, Akan disayang
Oleh Allah, Allah
ta’ala
Seperti
halnya, Rasul kita
Gigih
berjuang , Dalam peperangan
(lagu
cindai)
Nah dari
sesingkat lantunan nada tersebut dapat kita simpukan bahwasanya Allah SWT
senantiasa bersama orang-orang yang sabar dan Allah SWT menyayangi orang-orang
yang sabar. Maka dari itu mulai sekarang kita sebagai manusia harus berusaha
sabar dalam hal apapun.
Teman-teman yang
dirahmati Allah SWT
Nah kemudian
yang kedua yaitu memiliki jiwa kepemimpinan yang baik. Salah satu hal yang perlu kita contoh dari diri Rasulullah SAW adalah
akhlak beliau dalam menjalankan kepemimpinannya. Gambaran tentang bagaimana
Rasulullah Muhammad saw menjalankan tugas kepemimpinannya tersebut dijelaskan
dalam Al-Qur’an surat Ali Imron ayat 159, yang artinya:
So by mercy
from Allah , [O Muhammad], you were lenient with them. And if you had been rude
[in speech] and harsh in heart, they would have disbanded from about you. So
pardon them and ask forgiveness for them and consult them in the matter. And
when you have decided, then rely upon Allah . Indeed, Allah loves those who
rely [upon Him].
“Maka disebabkan rahmat Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap
mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka
menjauhkan diri dari sekelilingnya. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah
ampunan bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu”.
Dari ayat tersebut, ada beberapa pelajaran yang dapat kita petik berkaitan
dengan masalah kepemimpinan, atau akhlak yang harus dimiliki oleh seorang
pemimpin, yaitu:
v Siap untuk kecewa melihat kinerja para bawahan yang mempunyai kinerja yang
tidak baik
v Siap untuk memaafkan bawahan yang mempunyai kinerja yang tidak baik
tersebut
v menjauhkan diri dari lisan yang kasar, maksudnya yitu sering menyakiti
orang lain
v Menjauhakan diri sifat ghalizhal qalb, yaitu hatinya keras, tidak mudah
tersentuh dengan penderitaan orang lain
v Memaafkan dan memohon ampunkan mereka yang telah berbuat kesalahan atau
kekeliruan
Jika beberapa akhlak tersebut dapat dimiliki oleh beberapa pemimpin, maka
kesuksesan pemimpin dalam melaksanakan tugasnya akan berwujud kesuksesan yang
paripurna(sempurna) dan akan mendapatkan dukungan dari pihak manapun.
Nah benar kan? bahwasanya Rasul kita, Nabiyullah Nabi Agung Muhammad SAW
merupakan suri tauladan yang baik bagi kita umat islam. Tidak hanya dijelaskan
didalam ayat-ayat suci Al-Qur’an akan tetapi banyak manusia yang menciptakan
lagu atau sholawat untuk mengagung-agungkan nama Rasul kita, seperti halnya
hadad alwi yang menciptakan lagu Muhmmad Nabiku, dimana liriknya sebagai
berikut ini
Muhammad
Muhammad Muhammad Muhammad
Muhammad
Nabiku Muhammad pemimpinku
Muhammad
Muhammad Muhammad Muhammad
Muhammad
Nabiku Muhammad pemimpinku
Kau
manusia pilihan
Kaulah
kekasih Tuhan
Kau
penyayang kau pembawa
Rahmat
bagi semua
Engkau
cintai kami
Dengan
sepenuh hati
Kau
teladan hidup ini
Kau
kebanggaan kami
Muhammad
Muhammad Muhammad Muhammad
Muhammad
Nabiku Muhammad Pemimpinku
Teman-teman yang berbahagia
Semoga dari semua penjaelasan ini, kita dapat mencontoh sikap dan sifat
Rasulullah SAW sebagai seorang manusia yang baik, baik dimata Allah khususnya. Maka
dari itu marilah mulai sekarang kita berusaha untuk menjadikan diri kita
seseorang yang sabar dan berusaha untuk menjadi seorang pemimpin yang layak. Serta
marilah kita sucikan hati kita agar dapat mendapatkan sebuah kecantikan yang
sesungguhnya. Supaya kita dapat menjadi uswatun hasanah. Aamiin ya rabbal a’lamin.
Cukup sekian pidato dari saya kurang lebihnya saya mohon maaf yang
sebesar-besarnya. wabillahi taufiq wal hidayah wa ridha wal
inayah.
و السلام عليكم
و رحمة الله و بركاتة
Dwi Nur Khholifah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar